In House Training › Face Reading for Business

In House Training · Face Reading for Business · Metode Personology · 1 hari

Pelatihan Face Reading untuk Tim Perusahaan

Membaca wajah untuk memahami cara orang berpikir, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Bukan ramalan. Setiap bacaan diperlakukan sebagai dugaan yang diuji, bukan vonis tentang siapa orangnya

Face Reading For Business adalah pelatihan in-house membaca wajah (face reading) dengan metode Personology untuk memetakan kecenderungan gaya kerja, lalu memakai peta itu untuk berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menjual dengan lebih tepat. Metodenya mengukur proporsi dan bentuk wajah dengan alat ukur, bukan menebak dari kesan atau simbol. Pemateri, Yudi Candra, adalah Certified Personology Consultant dari International Centre for Personology sejak 2016

Kapan Dipakai

Kapan face reading berguna untuk tim perusahaan?

Saat masalahnya ada di cara orang berkomunikasi, bukan di kemampuan teknisnya. Empat kebutuhan yang paling cocok: tim yang sering salah paham soal cara kerja, supervisor baru dengan anggota tim beragam, tim penjualan yang menemui klien baru, dan modul pembuka dalam program pelatihan perusahaan

Tim yang sering salah paham soal cara kerja

Satu orang butuh detail sebelum bergerak. Rekannya ingin langsung jalan. Keduanya merasa yang lain menyulitkan. Peta gaya kerja membuat perbedaan itu bisa dibicarakan tanpa saling menyalahkan.

Supervisor baru dengan anggota tim beragam

Cara memberi arahan yang cocok untuk satu orang justru membuat orang lain menutup diri. Yang dilatih di sini menyesuaikan penyampaian, bukan menggolongkan orang.

Tim penjualan yang menangani klien baru

Di pertemuan pertama, belum ada data apa pun tentang calon pembeli. Face reading membantu mengantisipasi cara ia suka diajak bicara, supaya rapport terbangun lebih cepat. Dugaan itu lalu diuji lewat pertanyaan selama percakapan. Link ke sales training

Modul pembuka dalam program training company

Sebelum tim masuk ke pembahasan yang serius, face reading dipasang sebagai modul pembuka yang ringan dan menyenangkan. Peserta saling mengenal cara kerja satu sama lain sambil tertawa, dan ruangan jadi lebih cair untuk sesi berikutnya. Modul ini sering dipakai di hari pertama program Value Alignment .

Alur Sesi

Bagaimana alur pelatihan face reading for business?

Satu hari, tiga bagian: mengenal Personology dan bagian-bagian wajah, membaca wajah sendiri lebih dulu, lalu membaca wajah peserta lain di dalam kelas

Tab 1
1. Mengenal Personology dan bagian-bagian wajah

Sesi dibuka dengan asal-usul Personology dan bedanya dengan ramalan. Setelah itu peserta mengenal bagian-bagian wajah yang dibaca, cara mengukurnya dengan alat ukur, dan kecenderungan perilaku yang dikaitkan dengan tiap bagian.

Tab 2
2. Membaca wajah sendiri lebih dulu

Peserta mengukur dan memetakan wajahnya sendiri, lalu mencocokkan hasil bacaannya dengan yang ia kenali dari dirinya. Bagian yang cocok dan bagian yang meleset sama-sama dicatat. Dari sini peserta melihat langsung seberapa jauh bacaan wajah bisa dipercaya.

Tab 2
3. Membaca wajah peserta lain

Peserta berpasangan dan saling membaca. Pembaca menyampaikan bacaannya, lalu yang dibaca mengonfirmasi atau mengoreksi. Dari latihan ini peserta belajar menyampaikan bacaan sebagai pertanyaan, bukan vonis, dan melihat bagaimana cara berkomunikasi dengan rekan kerja bisa disesuaikan.

Dasar Metode

Dari mana Personology berasal, dan seberapa ilmiah?

Face Reading Workshop Coah Yudi Candra
Batas yang ditetapkan sebelum sesi dimulai

Tidak untuk menilai kinerja atau menentukan promosi. Keputusan itu butuh bukti perilaku dan hasil kerja, bukan pengamatan wajah.

Tidak untuk memberi label permanen. Yang dihasilkan adalah dugaan awal. Dugaan itu baru berguna setelah diuji lewat pertanyaan dan dikonfirmasi orangnya sendiri.

Tidak untuk mendeteksi kebohongan. Tidak ada metode pengamatan yang bisa memastikan niat orang.

Batas ini bagian dari materi, bukan penyangkalan hukum

Personology lahir dari pengamatan praktis, bukan dari penelitian laboratorium. Riset independen menunjukkan wajah memang menyimpan petunjuk tentang kepribadian. Cukup untuk membuka percakapan, tidak cukup untuk memutuskan tentang orang 100%.

Personology dikembangkan Edward Vincent Jones, hakim di Los Angeles, pada 1930 an. Ia mencatat kesamaan pola antara struktur wajah dan perilaku orang yang ditemuinya di ruang sidang. Bersama Robert L. Whiteside, seorang editor surat kabar, daftar ciri yang awalnya ratusan dipersempit jadi 68 ciri struktural yang bisa diukur. Metode ini kemudian diajarkan dan disertifikasi lewat International Centre for Personology, termasuk untuk pelatihan perusahaan.

Klaim akurasi di atas 90 persen yang sering dikutip berasal dari studi Whiteside sendiri.

Riset independen memberi gambaran yang lebih hati-hati. Hubungan antara wajah dan kepribadian memang ada. Studi pada 12.447 orang memakai kecerdasan buatan untuk menebak kepribadian dari 31.367 foto wajah. Korelasi rata-ratanya dengan hasil tes kepribadian 0,24, dan paling tinggi untuk sifat teliti atau conscientiousness (Kachur dan rekan, Scientific Reports, 2020). Meta-analisis rasio lebar-tinggi wajah menemukan pola serupa: nyata, tapi kecil (Geniole dan rekan, PLOS ONE, 2015)


Keterangan

Rincian

Durasi

1 hari penuh, atau modul pendukung di dalam program lain

Peserta

Pemimpin tim, supervisor, tim penjualan, tim rekrutmen, tim lintas fungsi

Metode

Personology dengan alat ukur, dicocokkan dengan konfirmasi peserta

Bahasa

Indonesia atau English

Investasi

Mulai dari Rp 5.000.000,-, disampaikan lewat proposal

Sebaiknya jangan ambil program ini kalau

Yang dicari pertunjukan menebak-nebak orang di atas panggung. Sesinya memang menyenangkan, tapi tidak dipakai untuk menebak isi hati atau mempermalukan peserta di depan rekan kerjanyai.

hal ini ditulis di depan supaya anggaran perusahaan Anda tidak dipakai untuk sesuatu yang bukan kebutuhannya.

Latar Pemateri

Siapa Yudi Candra dalam face reading?

Yudi Candra dikenal publik sebagai face reader, dan membawakan program ini sendiri. Ia adalah Certified Personology Consultant dari International Centre for Personology, tersertifikasi pada 16 November 2016. Ia juga bersertifikasi Trainer of Trainers NLP dari Tad James.

Sertifikat asli dapat ditunjukkan kepada perusahaan jika dibutuhkan.

Praktiknya membaca wajah dan gerakan tubuh diliput Rajawali Televisi dalam program Lensa Indonesia pada 11 Juni 2022, dengan judul "Yudi Candra, Si Ahli Membaca Wajah dan Gerakan Tubuh". Link Video →

Ia juga menjadi narasumber talkshow SEA Today News pada 17 Juli 2023, dalam segmen "Talkshow with Yudi Candra: Exploring the Art of Face Reading". Link Video →


[Link kCerita bagaimana ia mulai dikenal sebagai face reader ada di halaman Tentang.


Dua belas tanggapan peserta pelatihan in-house, direkam di lokasi masing-masing perusahaan, bisa dilihat di halaman In House Training. Tanggapan itu menilai jalannya program, bukan mengukur hasil bisnis.

FAQ

Pertanyaan umum tentang face reading for business

Apa itu Face Reading for Business?

Pelatihan in-house membaca wajah dengan metode Personology untuk memetakan kecenderungan gaya kerja, lalu memakai itu untuk berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menjual. Setiap bacaan diperlakukan sebagai dugaan yang diuji lewat pertanyaan, bukan kesimpulan tentang seseorang.

Apakah face reading metode Personology itu ramalan?

Bukan. Personology tidak meramal nasib atau masa depan. Yang dibaca adalah proporsi dan bentuk bagian wajah yang diukur dengan alat ukur, lalu dihubungkan dengan kecenderungan perilaku. Metode ini dikembangkan hakim Edward Vincent Jones di Los Angeles pada 1930-an.

Apa itu International Centre for Personology?

Lembaga yang didirikan Naomi R. Tickle, penulis You Can Read a Face Like a Book. Buku itu terbit di Indonesia sebagai Menangkap Pesan Tersembunyi dari Wajah (Ufuk, 2010) dan Cara Cepat Membaca Wajah (2015). Pemateri program ini disertifikasi langsung oleh Tickle sebagai Certified Personology Consultant pada 2016 langsung di Petaluma, USA

Apa bedanya Personology dengan Mian Xiang atau fisiognomi Tiongkok?

Mian Xiang adalah tradisi membaca wajah dari Tiongkok yang banyak dipakai untuk membaca peruntungan dan nasib. Personology berasal dari Amerika pada 1930-an dan hanya membaca kecenderungan perilaku, dengan mengukur proporsi wajah memakai alat ukur. Personology tidak membaca nasib, hoki, atau masa depan.

Apakah face reading bisa dipakai untuk rekrutmen karyawan?

Bisa, sebagai bekal pewawancara. Tapi tidak ada metode yang akurat 100 persen, termasuk face reading. Karena itu keputusan menerima kandidat perlu mempertimbangkan hal lain juga: hasil wawancara terstruktur, rekam jejak, dan asesmen yang tervalidasi.

Berapa lama dan berapa biayanya?

Satu hari, atau sebagai modul di dalam program lain. Biaya mulai dari Rp 5.000.000, tergantung format, durasi, jumlah peserta, dan lokasi. Belum termasuk transportasi dan akomodasi trainer, tempat, dan konsumsi. Rinciannya disampaikan lewat proposal.

Bacaan

Program in-house terkait

Pelatihan Sales

Bertanya dan mendiagnosis pembeli sebelum menawarkan. Cocok dipasangkan dengan face reading untuk tim yang sering menemui klien baru.

Lihat program →

Supervisory and Management Training

Untuk supervisor dan manajer yang baru naik jabatan dan kini harus memimpin orang yang beragam.

Lihat program →

Langkah Berikutnya

Mulai dari tantangannya,

bukan dari daftar program

Sampaikan tim mana yang akan ikut, di mana salah pahamnya paling sering terjadi, dan program apa yang sedang atau akan berjalan. Proposal disusun setelah itu.

Scroll to Top